Instagram Youtube

Breaking News

Internet sebuah alat yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari


Internet (dari interconnected network) adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung secara global menggunakan paket protokol internet (TCP/IP) untuk menghubungkan perangkat di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jaringan privat, publik, akademik, bisnis, dan pemerintah lokal ke lingkup global, dihubungkan oleh beragam teknologi elektronik, nirkabel, dan jaringan optik. Internet membawa beragam sumber daya dan layanan informasi, seperti dokumen hiperteks yang saling terkait dan aplikasi World Wide Web (WWW), surat elektronik, telepon, dan berbagi berkas.

Asal-usul Internet dimulai dari penelitian yang dibiayai oleh pemerintah federal Amerika Serikat pada tahun 1960-an untuk membangun komunikasi yang kuat dan toleran terhadap kesalahan dengan jaringan komputer. Jaringan utama sebelumnya, ARPANET, awalnya berfungsi sebagai tulang punggung untuk menghubungkan jaringan akademik dan militer regional pada 1980-an. Pendanaan National Science Foundation Network sebagai tulang punggung baru pada 1980-an, serta dana swasta untuk ekstensi komersial lainnya, mendorong partisipasi global dalam pengembangan teknologi jaringan baru dan penggabungan banyak jaringan. Keterkaitan jaringan komersial dan perusahaan pada awal 1990-an menandai dimulainya transisi ke internet modern, yang menghasilkan pertumbuhan eksponensial ketika generasi komputer institusional, personal, dan seluler terhubung ke jaringan. Meskipun internet telah digunakan secara luas oleh akademisi sejak 1980-an, komersialisasi telah memasukkan layanan dan teknologi internet ke dalam hampir setiap aspek kehidupan modern.

Sebagian besar media komunikasi tradisional, termasuk telepon, radio, televisi, surat kertas, dan surat kabar, telah berubah, didefinisikan ulang, atau dilewati oleh internet, sehingga menciptakan layanan baru seperti email, telepon Internet, televisi Internet, musik online, surat kabar digital, dan situs web video streaming. Surat kabar, buku, dan penerbitan cetak lainnya telah beradaptasi dengan teknologi situs web, atau berubah menjadi blogging, umpan balik, dan agregator berita online. Internet telah memungkinkan dan mempercepat bentuk interaksi pribadi baru melalui pesan instan, forum Internet, dan jejaring sosial. Berbelanja online telah berkembang pesat bagi pengecer besar, usaha kecil, dan pengusaha, karena memungkinkan perusahaan memperluas kehadiran mereka untuk melayani pasar yang lebih luas atau bahkan menjual barang dan jasa sepenuhnya online. Layanan bisnis-ke-bisnis dan keuangan online memengaruhi rantai pasokan di berbagai industri.

Internet tidak memiliki struktur pengaturan sentral dalam penerapan teknologi atau kebijakan untuk akses dan penggunaan; masing-masing jaringan memiliki kebijakannya sendiri. Definisi tersebut melampaui batas dari dua domain utama di Internet, yaitu alamat IP dan DNS, yang dikelola oleh ICANN. Dasar-dasar teknis dan standardisasi protokol inti didefinisikan oleh IETF, sebuah organisasi internasional nirlaba yang terbuka untuk kolaborasi dari individu dengan keahlian teknis. Pada November 2006, Internet diakui sebagai salah satu Keajaiban Baru oleh USA Today.

Kapitalisasi ''Internet''
Saat istilah Internet digunakan untuk merujuk pada sistem global khusus dari jaringan Internet Protocol (IP) yang saling terhubung, kata tersebut adalah kata benda yang seharusnya ditulis dengan huruf kapital. Dalam penggunaan sehari-hari dan media, sering kali tidak dikapitalisasi, yaitu, internet. Beberapa pedoman menegaskan bahwa kata tersebut harus ditulis dengan huruf besar ketika digunakan sebagai kata benda, tetapi tidak perlu kapitalisasi saat digunakan sebagai kata sifat. Internet juga sering disebut sebagai Net, sebagai singkatan dari network. Pada awal tahun 1849, kata internetted digunakan tanpa kapitalisasi sebagai kata sifat yang artinya saling terkait atau terjalin. Para perancang jaringan komputer awal menggunakan internet sebagai kata benda dan kata kerja yang merupakan singkatan dari internetwork atau internetworking, yang berarti interkoneksi jaringan komputer.

Istilah Internet dan World Wide Web sering digunakan secara bergantian dalam percakapan sehari-hari; adalah hal yang umum apabila seseorang berbicara tentang "mencari di Internet" saat menggunakan peramban web untuk melihat halaman web. Namun, World Wide Web atau Web hanyalah salah satu dari berbagai layanan yang tersedia di Internet. Web adalah kumpulan dokumen yang saling terhubung (halaman web) dan sumber daya web lainnya, dihubungkan melalui hyperlink dan URL. Sebagai perbandingan, Hypertext Transfer Protocol, atau HTTP, adalah bahasa yang digunakan di Web untuk mentransfer informasi, namun itu hanya satu dari banyak bahasa atau protokol yang digunakan untuk komunikasi di Internet. Istilah Interweb adalah gabungan dari Internet dan World Wide Web yang sering digunakan secara sarkastis untuk mengolok pengguna yang mungkin kurang memahami secara teknis.

Sejarah
Pengembangan transistor menjadi tonggak penting bagi Internet. Transistor pertama kali ditemukan oleh William Shockley, Walter Houser Brattain, dan John Bardeen di Bell Labs pada tahun 1947. Kemudian, transistor MOS (metal-oxide-silicon field-effect transistor) ditemukan oleh Mohamed Atalla dan Dawon Kahng di Bell Labs pada tahun 1959. MOSFET menjadi komponen utama dalam revolusi informasi dan era informasi, serta menjadi perangkat yang paling banyak diproduksi dalam sejarah. Sirkuit terpadu MOS dan daya MOSFET menjadi penggerak utama bagi komputer dan infrastruktur komunikasi yang mendukung Internet. Selain komputer, elemen-elemen penting lainnya dari Internet juga dibangun dengan menggunakan MOSFET, seperti perangkat bergerak, pemancar-penerima, perute, amplifier daya RF, mikroprosesor, keping memori, dan sirkuit telekomunikasi.

Penelitian tentang sambungan paket, yang merupakan salah satu teknologi dasar Internet, dimulai pada awal tahun 1960-an oleh Paul Baran. Jaringan packet-switched seperti jaringan NPL yang dikembangkan oleh Donald Davies, ARPANET, Merit Network, CYCLADES, dan Telenet juga muncul pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Proyek ARPANET kemudian mengarah pada pengembangan protokol untuk menghubungkan berbagai jaringan yang terpisah menjadi satu jaringan besar. Pengembangan ARPANET dimulai dengan dua node jaringan yang terhubung antara Network Measurement Center di University of California, Los Angeles (UCLA) dan sistem NLS di SRI International di California pada tahun 1969. Situs-situs lainnya kemudian ikut terhubung ke ARPANET, menandai awal dari pertumbuhan Internet yang akan datang. Tahun-tahun awal ini terdokumentasikan dalam film Computer Networks: The Heralds of Resource Sharing.

Kolaborasi internasional awal untuk ARPANET sangat jarang terjadi. Pengembang Eropa khawatir dengan perkembangan jaringan X.25. Salah satu pengecualian penting adalah Norwegian Seismic Array (NORSAR) pada bulan Juni 1973, diikuti oleh Swedia pada tahun yang sama dengan koneksi satelit ke Stasiun Bumi Tanum dan kelompok peneliti Peter T. Kirstein di Inggris, yang awalnya berada di Institute of Computer Sains, Universitas London dan kemudian pindah ke University College London. Pada bulan Desember 1974, RFC 675 (Spesifikasi Program Kontrol Transmisi Internet), yang ditulis oleh Vinton Cerf, Yogen Dalal, dan Carl Sunshine, menggunakan istilah internet sebagai singkatan dari internetworking dan kemudian RFC lainnya menggunakan kata tersebut. Akses ke ARPANET mulai berkembang pada tahun 1981 ketika National Science Foundation (NSF) membiayai Computer Science Network (CSNET). Pada tahun 1982, Internet Protocol Suite (TCP/IP) distandardisasi, yang memungkinkan berbagai jaringan terhubung di seluruh dunia. Akses ke jaringan TCP/IP semakin berkembang pada tahun 1986 ketika National Science Foundation Network (NSFNet) memberikan akses ke situs superkomputer di Amerika Serikat bagi para peneliti, dengan kecepatan awal 56 kbit/dtk dan kemudian meningkat hingga 1,5 Mbit/dtk dan 45 Mbit/dtk. Penyedia layanan Internet komersial (ISP) mulai muncul pada akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an. ARPANET kemudian dinonaktifkan pada tahun 1990.

Internet berkembang pesat di Eropa dan Australia pada pertengahan hingga akhir tahun 1980-an dan meluas ke Asia pada akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an. Komunikasi transatlantik awal antara NSFNET dan jaringan di Eropa dimulai dengan menghubungkan satelit berkecepatan rendah antara Princeton University dan Stockholm, Swedia pada bulan Desember 1988. Meskipun protokol jaringan lain seperti UUCP telah memiliki jangkauan global sebelum waktu ini, hal ini menandai awal dari Internet sebagai jaringan antarbenua.

Internet adalah jaringan komputer yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969 melalui proyek ARPANET. Mereka menunjukkan bahwa dengan menggunakan hardware dan software komputer berbasis UNIX, kita dapat berkomunikasi secara tak terhingga melalui saluran telepon.

ARPANET merancang struktur jaringan, kehandalan, kapasitas transfer data, dan menetapkan standar yang kemudian menjadi dasar dari protokol baru yang kita kenal saat ini sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dari proyek ini adalah untuk tujuan militer. Departemen Pertahanan Amerika Serikat menciptakan sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di lokasi strategis untuk mengatasi situasi darurat seperti serangan nuklir dan untuk mencegah kerugian jika informasi terpusat yang mudah dihancurkan.

Pada awalnya, ARPANET hanya menghubungkan 4 situs, yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, membentuk sebuah jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara resmi diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Seiring waktu, proyek ini berkembang pesat di berbagai wilayah, dan banyak universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga ARPANET kesulitan mengatur pengelolaannya.

Akibatnya, ARPANET dibagi menjadi dua bagian, yaitu "MILNET" untuk kepentingan militer dan "ARPANET" yang lebih kecil untuk kepentingan non-militer seperti universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan ini kemudian dikenal sebagai DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Internet pada zaman sekarang
Internet diatur oleh perjanjian bilateral atau multilateral dan spesifikasi teknis (protokol yang menjelaskan bagaimana data dipindahkan antara jaringan). Protokol ini dikembangkan melalui diskusi di Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka untuk umum. Badan ini menerbitkan dokumen yang dikenal sebagai RFC (Request for Comments). Beberapa RFC dijadikan Standar Internet oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol Internet yang sering digunakan termasuk IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

Beberapa layanan populer di Internet yang menggunakan protokol di atas meliputi surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi file, World Wide Web, Gopher, akses sesi, WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, surat elektronik dan World Wide Web sering digunakan dan banyak layanan lainnya dibangun berdasarkan kedua platform ini, seperti milis dan blog. Internet juga memungkinkan layanan real-time seperti radio web dan siaran web yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu, melalui Internet, kita dapat berkomunikasi langsung dengan pengguna lain melalui program pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger Windows Live Messenger, Twitter, Facebook, dan lainnya.

Beberapa layanan Internet populer yang berbasis sistem tertutup termasuk IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.

Lebih dari sekadar sebuah alat komunikasi, Internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya modern. Dengan jumlah pengguna yang terus bertambah, Internet telah membentuk suatu budaya yang unik. Internet tidak hanya mempengaruhi ilmu pengetahuan dan pandangan dunia, tetapi juga memudahkan akses informasi bagi pengguna di seluruh dunia melalui mesin pencari seperti Google.

Perkembangan Internet juga telah mengubah cara bertransaksi, dengan munculnya e-commerce yang memungkinkan jual beli dilakukan secara online. Selain itu, Internet juga mendorong transparansi dalam pemerintahan, seperti yang terjadi di kabupaten Sragen yang berhasil meningkatkan pemasukan daerah melalui e-government.

Tidak hanya sebagai media komunikasi, Internet juga memiliki aturan tata krama yang harus diikuti oleh penggunanya, yang dikenal sebagai Nettiquette. Di Indonesia sendiri, terdapat peraturan yang mengatur penggunaan Internet, yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Mulailah memahami budaya Internet dan terapkan tata tertib dalam berinteraksi di dunia maya.

Isu moral dan undang-undang
Adanya kekhawatiran di masyarakat terkait dengan konten kontroversial di internet yang meliputi pelanggaran hak cipta, pornografi, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian (hate speech) yang sulit diawasi. Indonesia masih belum memiliki undang-undang Cyberlaw hingga tahun 2007, meskipun draft RUU Cyberlaw sudah dibahas sejak tahun 2000. Undang-undang yang masih berlaku terkait dengan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah UU Telekomunikasi tahun 1999.

Internet juga sering dikaitkan dengan kasus-kasus kematian, seperti akibat kecanduan narkotika setelah berinteraksi di IRC, bunuh diri akibat kecanduan permainan daring, atau bahkan kasus pembunuhan dan kannibalisme. Akses internet di Indonesia, seperti negara berkembang lainnya, sudah cukup tinggi dengan akses murah dan netbook murah, namun masih terdapat ketidakadilan dalam penetapan harga oleh operator. Sekitar 42% akses internet di Indonesia melalui fasilitas Public Internet Access seperti warnet dan hotspot. Selain menggunakan PC, akses internet juga bisa dilakukan melalui ponsel dengan teknologi GPRS.

Negara dengan akses internet yang terbaik termasuk Korea Selatan dan Swedia, dengan Korea Selatan memiliki 50% penduduknya memiliki akses jalurlebar. Akses internet umumnya melalui dial-up atau jalurlebar. Di Indonesia, akses internet juga bisa didapat melalui fasilitas Public Internet Access dan di tempat umum lainnya seperti kampus dan perkantoran. Akses internet diukur dalam satuan bps, Kbps, Mbps, dan Gbps, yang menentukan kecepatan transfer data internet. Dengan pemahaman mengenai akses internet, pengguna internet bisa memilih koneksi internet yang terbaik bagi mereka.

Penggunaan Internet di tempat umum
Internet semakin sering digunakan di tempat-tempat umum. Beberapa tempat umum seperti perpustakaan dan warnet menyediakan layanan Internet bagi pengunjung. Selain itu, ada juga tempat umum lain yang menyediakan akses Internet, seperti Kiosk Internet, Terminal Akses Publik, dan Telepon web.Toko-toko juga mulai menyediakan layanan Wi-Fi, seperti WiFi-cafe, yang memungkinkan pengunjung untuk terhubung ke Internet menggunakan smartphone, laptop, atau PDA.

Dampak negatif
Penggunaan Internet dapat memiliki dampak buruk terutama dalam hal kemampuan membaca. Ketersediaan informasi yang mudah diakses melalui Internet membuat manusia cenderung mengandalkan Internet untuk mencari informasi daripada mencari dalam buku cetak. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kemampuan membaca karena orang lebih memilih sumber informasi online daripada buku. Penulis modern juga cenderung mengandalkan Internet untuk referensi, yang berdampak negatif pada kualitas bacaan. Kemudahan akses informasi dari Internet dapat membuat kemampuan membaca manusia menurun.

0 Komentar